Lembaran kerja siswa

LEMBAR KERJA SISWA (LKS 1)

Satuan Pendidikan : SMA N 1 Singaraja

Mata Pelajaran : Fisika

Pokok Bahasan : Listrik Dinamis

Sub Pokok Bahasan : Arus listrik dan alat ukur listrik

Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)

Alokasi Waktu : ± 45 menit

I. Standar Kompetensi 5. Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.

II. Kompetensi Dasar 5.3 Menggunakan alat ukur listrik

III. Indikator a. Menentukan jumlah muatan berdasarkan konsep arus listrik b. Menjelaskan cara membaca dan memasang alat ukur kuat arus dan tegangan listrik.

IV. Masalah

  1. Seorang anak SD namanya Ria nampak sedih karena pada waktu ulang tahunnya kemarin, lampu hiasnya yang cukup panjang ternyata tak menyala, padahal semua lampu-lampunya relative baru. Mengapa lampu hias tersebut tidak mau menyala? Apakah semua lampunya mati, atau lampunya hanya mati satu? Bagaimana cara Anda menyelidikinya? 
  2. Andi adalah seorang montir sepeda motor. Suatu hari ia memperbaiki lampu depan sebuah motor yang tidak dapat menyala. Setelah dia cek ternyata lampu depan motor tersebut tidak putus. Mengapa lampu depan tersebut tidak mau menyala? Bagaimana cara kamu menyelidikinya?

  3. V. Materi Pelajaran

    A. Arus listrik
    Arus listrik didefinisikan sebagai gerakan muatan-muatan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Gerakan muatan-muatan listrik tersebut disebabkan oleh perbedaan potensial listrik atau yang sering disebut tegangan listrik
    Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Jadi arah aliran arus listrik berlawanan dengan arah aliran elektron. Arus listrik hanya mengalir pada rangkaian tertutup, yakni rangkaian yang tidak berujung dan tidak berpangkal.

    PBL2

    Gambar 1. Arah aliran arus listrik dan elektron
    Besar kecilnya arus listrik dinyatakan dengan kuat arus listrik (I). Kuat arus listrik didefinisikan sebagi banyaknya muatan yang mengalir setiap satu-satuan waktu.

    Dengan:
    I= Kuat arus listrik satuannya ampere (A)
    Q = muatan listrik satuannya coulomb (C)
    T = waktu satuannya sekon (s)

    B. Alat ukur listrik
    1. Amperemeter
    Amperemeter terdiri dari sebuah Galvanometer yang dirangkai secara paralel dengan sebuah resistor yang hambatannya bernilai rendah. Tujuannya adalah untuk menaikan batas ukur amperemeter yang dihasilkan.
    Amperemeter digunakan untuk mengukur kuat arus listrik yang melalui suatu rangkaian listrik.
    Hasil pengukuran kuat arus listrik akan terbaca pada skala yang terdapat pada Amperemeter.
    Cara menggunakan Amperemeter dalam rangkaian adalah dengan memasang secara seri.

    PBL3

    Gambar 2. Cara memasang Amperemeter
    Cara membaca besarnya kuat arus listrik pada amperemeter adalah:
    Kuat arus =

    2. Voltmeter
    Voltmeter terdiri dari sebuah Galvanometer yang dirangkai secara seri dengan sebuah resistor yang hambatannya bernilai tinggi. Cara menggunakan Voltmeter dalam rangkaian adalah dengan memasang secara paralel.

    PBL4

    Gambar 3. Cara memasang Voltmeter
    Cara membaca besarnya tegangan listrik pada voltmeter adalah:
    Tegangan =

    VI. Alat dan Bahan

    1) Bahan:
    4 baterai 1.5 V atau catu daya 0 – 12 V, 2 lampu 4,5 V, 10 kabel dengan klip buaya atau kit rangkaian DC
    2) Alat:
    Catu daya 0 – 12 V, amperemeter 1, voltmeter 1, soket lampu 2, soket baterai 4, sakelar 1, atau kit rangkain DC

    VII. Analisis masalah
    ansis BPBL

    VIII. Hipotesis

    Bagaimana rumusan hipotesis yang terkait dengan masalah 1 ?

    Bagaimana rumusan hipotesis yang terkait dengan masalah 2 ?

    IX. Rancangan pemecahan masalah

    A. Masalah 1

    Rancangan pemecahan masalah 1

    B. Masalah 2

    Rancangan pemecahan masalah 2

    X. Hasil pemecahan masalah dan konsep yang digunakan untuk memecahkan masalah
    A. Masalah 1

    hasil pemecahan masalah

    B. Masalah 2

    hasil pemecahan masalah

    XI. Kesimpulan dan Penerapan
    A.1. Apakah hipotesismu diterima?

    _______________________________________________________________________________________________________
    2. Kesimpulan apa yang dapat dibuat?

    ________________________________________________________________________________________________________

    _________________, _____________, dan _________________ ____________________________________________________

    XII. Latihan Soal

    1. Dalam pemecahan masalah lampu hias di atas apa yang Anda ketahui tentang Arus listrik? Apa yang anda ketahui tentang aliran electron? Bagaimanakah susunan rangkaian hambatan lampu hias tersebut? Jelaskan jawaban Anda.

    2. Dalam menentukan besarnya arus listrik pada rangkaian lampu hias di atas bagaimana pemasangan alat ukur tersebut? Jelaskan pendapat anda.

    3. Dalam pemecahan masalah lampu motor di atas bagaimana aliran Arus listrik? Bagaimanak susunan rangkaian hambatan lampu hias tersebut? Jelaskan jawaban Anda.

    4. Dalam menentukan besarnya tegangan pada rangkaian lampu hias atau motor di atas bagaimana pemasangan alat ukur tersebut? Jelaskan pendapat anda.

    5. Apakah keunggulan rangkaian hambatan seri ini? Pada peristiwa apakah banyak dijumpai rangkaian seri?

    6. Apakah keunggulan rangkaian hambatan paralel ini? Pada peristiwa apakah banyak dijumpai rangkaian paralel?

    XIII. Daftar Rujukan

    Supiyanto. 2006. Fisika SMA Jilid 1 untuk SMA Kelas X. Jakarta: PT. Phibeta Aneka Gama.

    Zaelani, A., Cunayah, C., Irawan, E. I. 2006. 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan Fisika Untuk SMA/MA. Bandung: Yrama Widya.

    Kanginan, M. 2008. Seribu Pena Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

    Karyono, Palupi, D.S. & Suharyanto. 2009. Fisika untuk SMA dan MA kelas X. Tersedia pada http://bse.kemdikbud.go.id/

    Indrajit. D. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk kelas X Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah Tersedia pada http://bse.kemdikbud.go.id/

    Saripudin, A. Rustiawan, D.K.,& Suganda, A. 2009. Praktis Belajar Fisika kelas X Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah Tersedia pada http://bse.kemdikbud.go.id/

4 Komentar (+add yours?)

  1. fisrai
    Feb 11, 2014 @ 00:41:43

    Coba paparkan secara singkat pembahasannya

    Balas

  2. fisrai
    Feb 11, 2014 @ 02:40:36

    Saudari Suriani apa ada masalah dengan arus listrik pada lampu hias?

    Balas

  3. fisrai
    Feb 11, 2014 @ 02:54:00

    saudari Horin, coba cermati, mengapa kalau lampu hias itu mati, apakah semua lampunya mati atau bagaimana?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: